flash po ki

21 Agustus 2010

UNDANGAN


UNDANGAN
PANITIA PELAKSANA REUNI DAN HALAL BI HALAL
KHOIRUL AQRON – EL INAROH 08/09
IKATAN KELUWARGA ALUMNI MADRASAH RAUDLATUL ULUM

GUYANGAN TRANGKIL PATI

Assalmu’alaikum. Wr. Wb
Kepak sayap-sayap terbang mengarungi Nusantara
Menetap dibelahan bumi, untuk menghiasi rizqi untuk esok hari
Searuan bagi jiwa-jiwa yang bergema
Mengajak untuk bersua jiwa lainnya

...Gelora untuk berceloteh mencurahkan kerinduan sudah tak bias di bendung
Hasrat untuk mensucikan diri di hari yang fitripun tak bias ditahan
So.,acara nostalgia kembali dan pembersihan dosa akan di selenggarakan pada :

Hari/tgl : Selasa, 14 September 2010 M, 5 Syawwal 1431 H
Jam : 08.00 s/d 12.30 WIB
Tempat : Sahabat Laili Alfa Fadlha Ds.Kadilangu-
Trangkil-Pati-Jateng.
Tema : Reuni dan halal bi halal Khoirul Aqron-El-

... Inaroh 08/09
Tamu Kehormatan : Bp. K. Hamdan Roisy

Susunan acara : 1. Opening
2. Gema wahyu Ilahi

3. Sholawat
4. Sambutan panitia Pa/Pi
5. Mauidhlo hasanah
6. Do’a
7. Istirahat
8. intertaimen
9. lain-lain
10. penutup


Masa setahun telah berlalu, setidaknya berjumpa’an esok bias menjadi hujan yang akan menghapus dosa yang ada, dan menumbuhkan kekompakan ukhuawah islamiyah antar sesame, hidup adalah pilihan, bernahagialah orang yang memiliki pilihan,
Hilangkan rasa ragumu, buang rasa malumu, ayoo kita bersatu…..
Wassalamu’alikum. Wr. Wb....


Panitia pelaksanaPa/Pi

Ketua Pa Sekretaris Pa Ketua Pi Sekretaris Pi

Johan Masrukan Ah.Rf’an Habib Siti Maisyaroh Sholiha
...
KONTRIBUSI : Cukup Rp 10.000.’ bias dapa

tkan semuanya ( sofenir, Stiker, Makan Gratis)

KET LEBIH LANJUT/SARAN-KRITIK

Pa : 089 965 959 48
Pi : 085 710 863 544

.
KLIKnek kene

»»  tutuke_wacana...

14 Agustus 2010

Ayunda Kazza Maudia



Nama Lengkap : Ayunda Kazza Maudia
Nama Panggilan : Maudy
Tempat / Tanggal Lahir : Jakarta 19 Desember 1994
Pendidikan : Mentari International School
Hobby : Main Gitar, Piano, Baca Buku
Filmografi
• Untuk Rena (2006)
• Sang Pemimpi (2009)


cewek yang cute saat ku pandang wajahnya difilm sang pemimpi .....
hehehehehe ^_^
.
.
download lagunya nek kene
»»  tutuke_wacana...

MERDEKAA.... 65th



selamat dirgahayu INDONESIAku semoga lebih maju ke depan .....
MERDEKAA.... MERDEKAA......
hapuskan korupsi dimuka bumi pertiwi....

download:
ayo bernyanyi lagu kebangsaan versi W.R SoepratmanIndonesia

dan lagu hari merdeka17 agustus

klik kata Indonesia dan 17 agustus
»»  tutuke_wacana...

15 Juli 2010

SORI….CINTALU GUE TOLAK

Belakang ini Feisal sering mendapatkan surat yang dialamatkan lewat alamat kampusnya. Semula ia tidak terlalu memperdulikannya, apalagi isi surat yang ditujukannya hanyalah berbentuk brosur-brosur penawaran barang atau jasa. Namun lama kelamaan ketiadaan identitas dan alamat si pengirim membuat hatinya bertanya-tanya, terlebih setelah ditanyakan ke teman-temannya tidak ada yang mendapatkan surat serupa. Jelas hal itu, menggugah perhatiannya lebih lanjut.

Dengan rasa penasarannya, Feisal memeriksa surat-surat yang masuk dan didapatkannya sepucuk surat yang ditunjukkan pada dirinya. Lantas ia pun beranjak masuk ke dalam ruang administrasi menemui petugas yang memegang kunci yang bernama Yesi.

Feisal menanyakan kepada Yesi tantang kiriman surat yang tidak ada nama pengirim dan alamatnya itu. Rupanya Yesi sudah paham maksud Feisal menemuinya dan merekapun beriringan keluar ruangan menuju kotak kaca itu. Kemudian Yesi menyerahkan surat dari kotak kepada Feisal. Lagi-lagi tanpa nama pengirim. Feisal mengamati amplopnya yang baru saja diterimanya.

Yesi berusaha mencegah Feisal untuk membaca surat yang diterimanya, tapi keburu Feisal merobek amplopnya. Ternyata isinya dua tiket pertunjukkan acara kesenian ke TMII. Feisal tidak ingin pergi ke acara kesenian tersebut, karena dia tidak begitu suka dengan kesenian. Tapi, Yesi terus membujuk Feisal untuk pergi menonton acara kesenian. Akhirnya, Feisal pergi ke TMII bersama dengan Yesi. Karena Yesi tidak ingin memendam perasaannya kepada Feisal, waktu itu juga dia mengaku bahwa dialah yang mengirim surat kepada Feisal setelah itu Yesi juga menyatakan perasaannya kepada Feisal dengan malu-malu. Karena Feisal sudah punya pacar, Feisal menolak cinta Yesi. Namun Yesi tetap menghargai dan menerima keputusan Feisal dengan baik.

»»  tutuke_wacana...

05 April 2010

DASA DHARMA PRAMUKA


pramuka itu....
1. takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
3. patriot yang sopan dan kesatria
4. patuh dan suka bermusyawarah
5. rela menolong dan tabah
6. rajin , trampil dan gembira
7. hemat, cermat dan bersahaja
8. disiplin berani dan setia
9. bertanggung jawab dan dapat dipercaya
10. suci dalam pikiran , perkataan dan perbuatan
»»  tutuke_wacana...

viera - rasa ini

Ku tak percaya kau ada di sini


Menemaniku di saat dia pergi

Sungguh bahagia kau ada di sini

Menghapus semua sakit yang kurasa


Mungkinkah kau merasakan


Semua yang ku pasrahkan

Kenanglah kasih..


Reff :


Ku suka dirinya, mungkin aku sayang

Namun apakah mungkin, kau menjadi milikku

Kau pernah menjadi , menjadi miliknya

Namun salahlah aku, bila ku pernah merasa ini


Na nana nanana nana nanana


Back to *, Reff



Koleksi Vierra yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Vierra – Rasa Ini

»»  tutuke_wacana...

01 April 2010

arjuna wikipedia


Arjuna (Sanskerta: अर्जुन; Arjuna) adalah nama seorang tokoh protagonis dalam wiracarita Mahabharata. Ia dikenal sebagai sang Pandawa yang menawan parasnya dan lemah lembut budinya. Ia adalah putra Prabu Pandudewanata, raja di Hastinapura dengan Dewi Kunti atau Dewi Prita, yaitu putri Prabu Surasena, Raja Wangsa Yadawa di Mandura. Arjuna merupakan teman dekat Kresna, yaitu awatara (penjelmaan) Bhatara Wisnu yang turun ke dunia demi menyelamatkan dunia dari kejahatan. Arjuna juga merupakan salah orang yang sempat menyaksikan "wujud semesta" Kresna menjelang Bharatayuddha berlangsung. Ia juga menerima Bhagawadgita atau "Nyanyian Orang Suci", yaitu wejangan suci yang disampaikan oleh Kresna kepadanya sesaat sebelum Bharatayuddha berlangsung karena Arjuna masih segan untuk menunaikan kewajibannya.

Arti nama

Dalam bahasa Sanskerta, secara harfiah kata Arjuna berarti "bersinar terang", "putih" , "bersih". Dilihat dari maknanya, kata Arjuna bisa berarti "jujur di dalam wajah dan pikiran".

Arjuna mendapat julukan "Kuruśreṣṭha" yang berarti "keturunan dinasti Kuru yang terbaik". Ia merupakan manusia pilihan yang mendapat kesempatan untuk mendapat wejangan suci yang sangat mulia dari Kresna, yang terkenal sebagai Bhagawadgita (nyanyian Tuhan).

Ia memiliki sepuluh nama: Arjuna, Phālguna, Jishnu, Kirti, Shwetawāhana, Wibhatsu, Wijaya, Pārtha, Sawyashachi (juga disamakan dengan Sabyasachi), dan Dhananjaya. Ketika ia ditanya tentang sepuluh namanya sebagai bukti identitas, maka ia menjawab:

Sepuluh namaku adalah: Arjuna, Phālguna, Jishnu, Kirti, Shwetawāhana, Wibhatsu, Wijaya, Pārtha, Sawyashachi dan Dhananjaya. Aku dipanggil Dhananjaya ketika aku menaklukkan seluruh raja pada saat Yadnya Rajasuya dan mengumpulkan harta mereka. Aku selalu bertarung sampai akhir dan aku selalu menang, itulah sebabnya aku dipanggil Wijaya. Kuda yang diberikan Dewa Agni kepadaku berwarna putih, itulah sebabnya aku dipanggil Shwetawāhana. Ayahku Indra memberiku mahkota indah ketika aku bersamanya, itulah sebabnya aku dipanggil Kriti. Aku tidak pernah bertarung dengan curang dalam pertempuran, itulah sebabnya aku dipanggil Wibhatsu. Aku tidak pernah menakuti musuhku dengan keji, aku bisa menggunakan kedua tanganku ketika menembakkan anah panah, itulah sebabnya aku disebut Sawyashachī. Raut wajahku unik bagaikan pohon Arjun, dan namaku adalah "yang tak pernah lapuk", itulah sebabnya aku dipanggil Arjuna. Aku lahir di lereng gunung Himawan, di sebuah tempat yang disebut Satsringa pada hari ketika bintang Uttarā Phālgunī berada di atas, itulah sebabnya aku disebut Phālguna. Aku disebut Jishnu karena aku menjadi hebat ketika marah. Ibuku bernama Prithā, sehingga aku disebut juga Pārtha. Aku bersumpah bahwa aku akan menghancurkan setiap orang yang melukai kakakku Yudistira dan menaburkan darahnya di bumi. Aku tak bisa ditaklukkan oleh siapa pun.

Kelahiran

Dalam Mahabharata diceritakan bahwa Raja Hastinapura yang bernama Pandu tidak bisa melanjutkan keturunan karena dikutuk oleh seorang resi. Kunti (istri pertamanya) menerima anugerah dari Resi Durwasa agar mampu memanggil Dewa-Dewa sesuai dengan keinginannya, dan juga dapat memperoleh anak dari Dewa tersebut. Pandu dan Kunti memanfaatkan anugerah tersebut kemudian memanggil Dewa Yama (Dharmaraja; Yamadipati), Dewa Bayu (Marut), dan Dewa Indra (Sakra) yang kemudian memberi mereka tiga putra. Arjuna merupakan putra ketiga, lahir dari Indra, pemimpin para Dewa.

Sifat dan kepribadian

Arjuna memiliki karakter yang mulia, berjiwa kesatria, imannya kuat, tahan terhadap godaan duniawi, gagah berani, dan selalu berhasil merebut kejayaan sehingga diberi julukan "Dananjaya". Musuh seperti apapun pasti akan ditaklukkannya, sehingga ia juga diberi julukan "Parantapa", yang berarti penakluk musuh. Di antara semua keturunan Kuru di dalam silsilah Dinasti Kuru, ia dijuluki "Kurunandana", yang artinya putra kesayangan Kuru. Ia juga memiliki nama lain "Kuruprāwira", yang berarti "kesatria Dinasti Kuru yang terbaik", sedangkan arti harfiahnya adalah "Perwira Kuru".

Di antara para Pandawa, Arjuna merupakan kesatria pertapa yang paling teguh. Pertapaannya sangat khusyuk. Ketika ia mengheningkan cipta, menyatukan dan memusatkan pikirannya kepada Tuhan, segala gangguan dan godaan duniawi tak akan bisa menggoyahkan hati dan pikirannya. Maka dari itu, Sri Kresna sangat kagum padanya, karena ia merupakan kawan yang sangat dicintai Kresna sekaligus pemuja Tuhan yang sangat tulus. Sri Kresna pernah berkata padanya, "Pusatkan pikiranmu pada-Ku, berbaktilah kepada-Ku, dan serahkanlah dirimu pada-Ku, maka kau akan datang kepada-Ku. Aku berkata demikian, karena kaulah kawan-Ku yang sangat Kucintai".[1]

Masa muda dan pendidikan

Arjuna dididik bersama dengan saudara-saudaranya yang lain (para Pandawa dan Korawa) oleh Bagawan Drona. Kemahirannya dalam ilmu memanah sudah tampak semenjak kecil. Pada usia muda ia sudah mendapat gelar "Maharathi" atau "kesatria terkemuka". Ketika Guru Drona meletakkan burung kayu pada pohon, ia menyuruh muridnya satu-persatu untuk membidik burung tersebut, kemudian ia menanyakan kepada muridnya apa saja yang sudah mereka lihat. Banyak muridnya yang menjawab bahwa mereka melihat pohon, cabang, ranting, dan segala sesuatu yang dekat dengan burung tersebut, termasuk burung itu sendiri. Ketika tiba giliran Arjuna untuk membidik, Guru Drona menanyakan apa yang ia lihat. Arjuna menjawab bahwa ia hanya melihat burung saja, tidak melihat benda yang lainnya. Hal itu membuat Guru Drona kagum bahwa Arjuna sudah pintar.

Pada suatu hari, ketika Drona sedang mandi di sungai Gangga, seekor buaya datang mengigitnya. Drona dapat membebaskan dirinya dengan mudah, namun karena ia ingin menguji keberanian murid-muridnya, maka ia berteriak meminta tolong. Di antara murid-muridnya, hanya Arjuna yang datang memberi pertolongan. Dengan panahnya, ia membunuh buaya yang menggigit gurunya. Atas pengabdian Arjuna, Drona memberikan sebuah astra yang bernama "Brahmasirsa". Drona juga mengajarkan kepada Arjuna tentang cara memanggil dan menarik astra tersebut. Menurut Mahabharata, Brahmasirsa hanya dapat ditujukan kepada dewa, raksasa, setan jahat, dan makhluk sakti yang berbuat jahat, agar dampaknya tidak berbahaya.

Pusaka

Arjuna memiliki senjata sakti yang merupakan anugerah para dewata, hasil pertapaannya. Ia memiliki panah Pasupati yang digunakannya untuk mengalahkan Karna dalam Bharatayuddha. Busurnya bernama Gandiwa, pemberian Dewa Baruna ketika ia hendak membakar hutan Kandawa. Ia juga memiliki sebuah terompet kerang (sangkala) bernama Dewadatta, yang berarti "anugerah Dewa"

»»  tutuke_wacana...